KOMPETENSI MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA MASALAH DAN PENGEMBANGANNYA (Sebuah Kajian Reflektif)

Oleh: Budi Handoyo *

Tujuan, ruang lingkup, standar kompetensi, dan kompetensi dasar mata pelajaran Geografi telah tertuang dalam standar isi. Setelah berlangsung hampir setengah dasa warsa, ada nilai-nilai karakter yang perlu dipertegas, substansi yang perlu ditambah, dan kompetensi dasar perlu disesuaikan lagi agar dapat dicapai di jenjang pendidikan SMA. Berikut diuraikan telaah ketiga permasalahan tersebut dengan menggunakan kajian secara kontemplatif, rasional, dan argumentatif.

Nilai-Nilai Kompetensi  Mata Pelajaran Geografi

Sejak kurikulum berbasis kompetensi digagas, sekitar tahun 2001, diskusi publik berlangsung cukup intensif.  Pemerintah melalui Pusat Kurikulum Nasional (PUSKUR), dan  lembaga-lembaga pendidikan, seperti kampus, sekolah, MGMP banyak menyelenggarakan seminar dan kajian untuk membahas konsep kompetensi, khususnya kompetensi bagi mata pelajaran di sekolah umum. Diskusi menjadi sangat menarik, karena kurikulum-kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum 1975, 1984, 1994, dan kurikulum suplemen 1999 bukan kurikulum yang dirancang berbasis kompetensi sehingga tidak secara eksplisit memuat konsep kompetensi.

Dalam suatu seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Geograf Indonesia (IGI) dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan tahun 2002, seorang nara sumber dari Puskur memaparkan konsep kompetensi dengan baik. Menurut kajian-kajian Puskur, bahwa kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang di refleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Karena itu dalam komptensi terdapat unsur-unsur penting, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar  Ketiga unsur itu tidak dipahami secara terpisah, melainkan menjadi satu kesatuan yang direfleksikan dalam berfikir dan bertindak peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian hal penting dalam kompetensi adalah menjadikan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai sebagai kebiasaan berfikir dan bertindak (habid of mind). Sebagai contoh dalam sutau proses pembelajaran gegrafi. Seorang guru mengajarkan siswa tentang cara menghitung tingkat kematian kasar (Crude Dead Rate) penduduk suatau daerah. Jika guru tersebut hanya mengajarkan keterampilan menghitung sampai siswa terampil menghitung, maka hal itu belum dapat disebut kompetensi. Sebab, keterampilan menghitung seperti itu jika rumusnya jelas dan berlatih secara berulang-ulang tanpa berfikir dengan sendirinya dapat memperoleh hasil perhitungannya. Bahkan, jika rumus itu dapat dibuat pada aplikasi komputer atau kalkulator sehingga kegiatan menghitung dapat dilakukan oleh kedua alat tersebut. Dalam waktu singkat alat itu dapat menyelesaikan penghitungan dengan dengan akurasi yang tinggi. Namun, jika hasil perhitungan diikuti dengan kemampuan siswa untuk menjelaskan secara argumentasi dan prediksinya, maka hal itu dapat disebut kompetensi.

Tahun 2004 ada sebuah diskusi di Surabaya yang diselengarakan oleh erkumpulan sarjana ilmu-ilmu pengetahuan sosial HISPISI. Dalam seminar dipaparkan, bahwa semua kurikulum mengandung kompetensi. Tidak ada satupun kurikulum yang tidak mengandung kompetensi. Kurikulum 1975, 1984, 1994 juga mengandung kompetensi. Bedanya dengan kurikulum yang akan diterapkan, kompetensi dijadikan sebagai konsep dasar dan landasan berfikir serta dinyatakan secara eksplisit dalam bentuk standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Setelah berlangsung hampir setengah dasa warsa, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menetapkan delapan standar penyelenggaraan pendidikan nasional. Salah satu dari kedelapan standar itu adalah standar Isi yang berisikan Standar kompetensi dan Kompetensi dasar bagi mata pelajaran pendidikan dasar dan mengenah, termasuk mata pelajaran Geografi.

Ada beberapa gagasan dasar sebagai latar keberadaan mata pelajaran geografi jenjang SMA. Pertama, bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek dan proses yang membentuknya, hubungan kausal dan spasial manusia dengan lingkungan, serta interaksi manusia dengan tempat. Kedua, Mata pelajaran Geografi membangun dan mengembangkan pemahaman peserta didik tentang variasi dan organisasi spasial masyarakat, tempat dan lingkungan pada muka bumi. Peserta didik didorong untuk memahami aspek dan proses fisik yang membentuk pola muka bumi, karakteristik dan persebaran spasial ekologis di permukaan bumi. Selain itu peserta didik dimotivasi secara aktif dan kreatif untuk menelaah bahwa kebudayaan dan pengalaman  mempengaruhi persepsi manusia  tentang tempat dan wilayah. Ketiga, pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh dalam mata pelajaran Geografi diharapkan dapat membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap, bertindak cerdas, arif, dan bertanggungjawab dalam menghadapi masalah sosial, ekonomi, dan ekologis.

Seidaknya terdapat lima nilai yang terkadung dari latar keberadaan mata pelajaran Geografi. Kelima nilai tersebut adalah kreatif, kritis, cerdas, arif, dan tanggung jawab dalam menghadapi masalah sosial, ekonomi dan ekologis. Cerdas berarti peserta didik dapat memecahkan masalah-masalah di lingkungannya. Arif berarti peserta didik dapat menggunakan nilai-nilai universal maupun lokal untuk menyelesaikan permasalahan. Tanggung jawab berarti ada keberanian untuk mengambil keputusan dan siap menanggung resiko yang yang terjadi atas keputusannya. Dengan demikian pembelajaran geografi yang ideal dapat mengembangkan pemahaman peserta didik tentang kegeografian dan memupuk sikap aktif, kretif, kritis, cerdas, arif dan tanggung jawab terhadap masalah-masalah kegeografian.

Apakah pembelajaran geografi sudah dapat berfungsi demikian? Jika melihat hasil studi yang dilakukan oleh mahasiswa dalam tugas akhir dapat dibaca secara faktual pembelajaran geografi di sekolah. Pertama, pembelajaran masih kurang menggunakan paradigma baru dan bermakna bagi siswa. Kedua, pembelajaran masih menitikberatkan pada aspek pengetahuan untuk menyiapkan ujian, bukan membejarkan siswa membangun kompetensi.

Mengapa kinerja pembelajaran geografi belum dapat memenuhi harapan yang ideal tersebut? Ada sejumlah faktor penyebab, yaitu (1) kompetensi guru geografi yang masih perlu peningkatan. (2) Infrastruktur sekolah yang perlu penambahan. (3) budaya inovasi dalam pembelajaran perlu peningkatan. (4) komitmen yang sungguh-sunguh untuk melakukan pembelajaran yang efektif

 

4.2 Tujuan dan Outcomes Mata Pelajaran Geografi

Merujuk pada standar isi mata pelajaran geografi yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP, 2006),  tujuan mata pelajaran geografi adalah:

(1). Memahami pola spasial, lingkungan dan kewilayahan serta proses yang berkaitan

(2). Menguasai keterampilan dasar dalam memperoleh data dan informasi, mengkomunikasikan dan menerapkan pengetahuan geografi

(3). Menampilkan perilaku peduli terhadap lingkungan hidup dan memanfaatkan sumber daya alam secara arif serta memiliki toleransi terhadap keragaman budaya masyarakat.

Tujuan tersebut tidak hanya mencakup aspek kognitif berupa pengetahuan peserta didik tentang pola spasial, lingkungan dan kewilayahan serta proses yang berkaitan,  tetapi juga mencakup aspek psikomotorik yang berupa keterampilan untuk memperoleh, mengkomunikasikan, dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya, serta  cakupan aspek afektif yang berupa kepedulian pada lingkungan dan toleransi terhadap keragaman budaya tempat siswa berada.

Jika dielaborasi, tujuan mata pelajaran geografi tersebut terkandung sejumlah nilai  karakter yang baik untuk ditumbuhkembangkan pada diri siswa. Nilai-nilai karakter tersebut antara lain:

(1)   Berpengatahuan luas (Knowledgable)

(2)   Rasa ingin tahu yang tinggi (Coriousity)

(3)   Peduli lingkungan (Environmental Care)

(4)   Peduli sosial (Social care)

(5)   Peduli budaya (Cultural care)

(6)   Pro Aktif perubahan data, fakta, dan informasi (pro active)

(7)   Toleran keragaman budaya (tolerance)

(8)   Berkumunikasi baik  (Well Communication)

(9)   Reflektif (Reflective)

Oleh karena itu dalam implementasi, pembelajaran geografi diharapkan dapat menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi sosok dengan berkualifikasi (1) berpengatahuan luas dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap pola spasial, lingkungan dan kewilayahan serta proses yang berkaitan. (2) memiliki kepedulian yang tinggi pada masalah-masalah lingkungan hidup, sosial, dan budaya. (3) memiliki sikap dan perilaku pro aktif terhadap perubahan informasi geografis. (5) memiliki sikap yang toleran terhadap keragaman budaya. (6) mampu mengkomunikasikan informasi geografis dengan baik. (7) memiliki kesadaran untuk perbaikan secara terus menerus atas kekuran yang dimilikinya.

Oleh karena itu berdasarkan telaah tersebut, sebaiknya dilakukan perubahan nama mata pelajaran pelajaran Geografi menjadi pendidikan geografi.

4.3 Ruang Lingkup dan Pengembangannya

  1. Ruang lingkup mata pelajaran Geografi meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
  2. Konsep dasar, pendekatan, dan prinsip dasar Geografi
  3. Konsep dan karakteristik dasar serta dinamika unsur-unsur geosfer mencakup litosfer, pedosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer serta pola persebaran spasialnya
  4. Jenis, karakteristik, potensi, persebaran spasial Sumber Daya Alam (SDA) dan pemanfaatannya
  5. Jumlah, pertumbuhan, komposisi, penyebaran, dan permasalahan penduduk dan dampaknya
  6. Karakteristik, unsur-unsur, kondisi (kualitas) dan variasi spasial lingkungan hidup, pemanfaatan dan pelestariannya
  7. Kajian wilayah  negara-negara maju dan sedang berkembang
  8. Konsep wilayah dan pewilayahan, kriteria dan pemetaannya serta fungsi dan manfaatnya dalam analisis geografi
  9. Pengetahuan dan keterampilan dasar tentang seluk beluk dan pemanfaatan peta, Sistem Informasi Geografis (SIG) dan citra penginderaan jauh.

Pada poin lima adalah tambahan substansi yang diusulkan, karena kajian kependudukan belum tersurat dalam standar isi tersebut.

Ruang lingkup tersebut dijabarkan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar. Apa yang seharusnya dilakukan oleh pendidik di sekolah. Untuk sekolah yang memiliki  ”kemampuan akademik tinggi”, tenaga pendidik yang profesional, dan infrastruktur pembelajaran yang baik dapat mengembangkan kompetensi dasar. Sebab, kompetensi dasar yang terumuskan dalam standar isi merupakan standar minimum. Bagi sekolah-sekolah yang ingin mengembangkan kompetensi merupakan tindakan terpuji dan tidak dilarang. Dengan kebijakan KTSP, sekolah berpeluang untuk melakukan pengembangan kompetensi dasar. Dengan begitu lulusan yang dihasilkan akan memiliki kompetensi yang lebih baik lagi. Namun, perlu juga dipahami, kendati KD yang terumuskan secara nasional merupakan standar minimum, secara substansial sudah cukup tinggi kompetensi yang ingin dicapainya.

Kompetensi dasar dan Pengembangannya

Berikut diusulkan beberapa perbaikan  dan pengembangan kompetensi dasar mata pelajaran geografi.Tabel     Kompetensi Dasar, Usulan Perbaikan dan Pengembangannya

Kelas X, Semester 1

 

Rumusan Standar

Usulan Perbaikan

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek  geografi 1.1 Menjelaskan konsep geografi

1.2 Menjelaskan pendekatan geografi

1.3 Menjelaskan prinsip geografi

1.4 Mendeskripsikan aspek geografi

 

 

 

Tetap

 

 

1.2 Menerapkan ….

 

 

2. Memahami sejarah pembentukan bumi 2.1 Menjelaskan sejarah pembentukan bumi

2.2 Mendeskripsikan tata surya dan jagad raya

 

 

Tetap

 

 

2.2 menjelaskan …

 

 

 

 

Kelas X, Semester 2

 

 

Rumusan Standar

Usulan Perbaikan

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

3. Menganalisis unsur-unsur geosfer 3.1 Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

3.2 Menganalisis atmosfer dan dampaknya  terhadap kehidupan di muka bumi

3.3 Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

 

 

 

 

Tetap

 

 

 

 

Tetap

 

 

Program  Ilmu Sosial

 

Kelas XI, Semester 1

 

Rumusan Standar

Usulan Perbaikan

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Menganalisis  fenomena biosfer dan antroposfer

 

 

1.1 Menjelaskan pengertian fenomena biosfer

1.2 Menganalisis sebaran hewan dan tumbuhan

1.3 Menjelaskan pengertian fenomena antroposfer

1.4 Menganalisis aspek kependudukan

 

 

 

Tetap

 

 

 

Tetap

2. Memahami Sumber Daya Alam

 

2.1 Menjelaskan pengertian Sumber Daya Alam

2.2 Mengidentifikasi jenis-jenis Sumber Daya Alam

2.3 Menjelaskan pemanfaatan Sumber Daya Alam secara arif

 

 

 

Tetap

 

 

 

 

2.3 Menganalisis …

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kelas XI, Semester 2

 

Rumusan Standar

Usulan Perbaikan

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

3. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup

 

3.1 Mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan

3.2 Menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan

 

 

 

 

 

Tetap

3.1 Menganalisis ….

 

Program  Ilmu Sosial

 

Kelas XII, Semester 1

 

 

Rumusan Standar

Usulan Perbaikan

 

Standar Kompetensi

 

Kompetensi Dasar

 

Standar Kompetensi

 

Kompetensi Dasar

1. Mempraktikkan keterampilan dasar peta dan pemetaan

 

 

 

1.1 Mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar peta dan pemetaan

1.2 Mempraktikkan keterampilan dasar peta dan pemetaan

1.3 Menganalisis lokasi industri dan pertanian dengan memanfaatan peta

 

 

 

Tetap

1.1 Menjelaskan ….
2. Memahami pemanfaatan citra penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) *) 2.1   Menjelaskan pemanfaatan citra penginderaan jauh

2.2   Menjelaskan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG)

 

 

Tetap

 

 

Tetap

 

*) dilaksanakan sesuai dengan kondisi sekolah

 

 

 

 

 

Kelas XII, Semester   2

 

 

Rumusan Standar

Usulan Perbaikan

 

Standar Kompetensi

 

Kompetensi Dasar

 

Standar Kompetensi

 

Kompetensi Dasar

3. Menganalisis  wilayah dan pewilayahan 3.1 Menganalisis  pola persebaran, spasial, hubungan, serta interaksi spasial antara desa dan kota

3.2 Menganalisis kaitan antara konsep wilayah dan pewilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah

3.3 Menganalisis wilayah dan pewilayahan negara maju dan berkembang

 

 

 

 

Tetap

 

 

 

 

Tetap

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s