E LEARNING: SEBUAH PENGANTAR UNTUK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

Oleh: Budi Handoyo

PENDAHULUAN
Dewasa ini pendidikan di negeri kita berkembangan pesat –dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Secara praksis terjadi semangat yang tinggi untuk memperkenalkan, menggunakan dan memanfaafkan teknologi  tersebut. Banyak sekolah sejak dini telah memperkenalkan teknologi informasi dan kumunikasi dalam bentuk komputer—demikian juga telah banyak sekolah menyediakan infrastruktur WIFI. Kemajuan sekolah seperti itu dalam prakteknya sangat mendorong siswa dan guru mendayagunakan infrastruktur tersebut untuk mendukung kebutuhan pembelajarannya sehingga menjadi lebih luas, lebih mendalam, dan lebih menarik.

Menjamurnya pengguna internet benar-benar mengubah kehidupan kita. Tempat dan jarak yang dulu memisahkan sekarang makin tidak terasa dampaknya. Kemudahan berkomunikasi dengan orang-orang di Negara lain, yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, melalui media email, chat room, web cam dan sebagainya. Pengguna internet sendiri selalu meningkat sehingga di kota-kota besar, internet sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Kita dapat melihat berapa banyak warnet (warung internet) yang tumbuh di setiap kota. Hal tersebut menyebabkan jumlah pengguna internet meningkat pesat setiap tahunnya. Kemajuan internetpun mempengaruhi hampir setiap sendi kegiatan operasional di organisasi. Banyak kegiatan perusahaan mulai dilakukan lewat internet dan menyebabkan fenomena penggunaan awalan “e” dan “online” di kamus bisnis. E-commerce, e-mail, online application, e-procurement, online hiring, e-CRM, e-HRM, online auction, e-catalogue adalah contoh tren penggunaan internet pada kegiatan yang biasa kita lakukan secara manual. Segala kegiatan mutakhir tersebut menjanjikan efektifitas dan efisiensi yang menakjubkan. Fenomena tersebut menyentuh dunia pendidikan dan pelatihan dengan lahirnya e-learning.
——————-

*) Disajikan dalam seminar Regional Geografi 25 Juli 2009

E LEARNING?

E-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang diguna-kan untuk mendukung usaha-usaha pembelajaran lewat teknologi elektronik internet. E learning yang diperkenalkan pada dunia pendidikan sekitar tahun 1996, dan hingga sekarang terus berkembang di lembaga-lembaga pendidikan. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. Sering e-learning dipahami sebagai bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Menurut Purbo, istilah e-learning diartikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Kini E-Learning memiliki arti yang luas, bahkan sebuah portal yang menyediakan informasi suatu topik pun dapat tercakup dalam lingkup e-learning. Sekalipun demikian, e-learning lebih tepat diartikan sebagai usaha membuat sebuah tranformasi proses pembelajaran ke dalam bentuk digital yang dijembatani teknologi Internet. Inti e-learning adalah cara belajar secara virtual – melalui akses internet dan media elektronik komputer – interaktif dan mandiri.

Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal intranet maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa karakteristik e-Learning, yaitu: (1) Pembelajaran jarak jauh. Pembelajar dapat menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Interaksi bisa dilakukan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved. (2) Pembelajaran dengan perangkat computer. Pada umumnya perangkat computer dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal, pembelajar tidak dibatasi kapasitas kelas, materi pelajaran lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar. (3) Pembelajaran formal vs. informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas. (4) Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Implementasi e learning ditunjang, dikelola oleh tim ahli, seperti: (a) Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan. (b) Instructional Designer (ID), bertugas secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari. (c) Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. (d) Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. (e) Jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dan e-Learning terlihat perbedaan pada beberapa aspek pembelajaran berikut.
Aspek Pendidikan Konvensional
• Metode human touch
• Cakupan terbatas
• Interaksi pengajar dan pembelajar satu tempat, dan waktu

e-Learning
• Hi-tech touch
• Hampir tak terbatas
• Interaksi pengajar dan pembelajar satu waktu beda tempat

Ada beberapa kelebihan e-learning, antara lain: biaya, fleksibilitas, standardisasi pengajaran, efektivitas pengajaran, dan kecepatan distibusi. E-learning mengurangi biaya pendidikan, seperti biaya transportasi pengajar, makan siang di luar, pengadaan gedung, peralatan kelas, seperti papan tulis, proyektor dan alat tulis. Waktu dan tempat belajar fleksibel, kapan saja dan di mana saja sesuai keperluan pembelajar. E-learning dapat menghapus perbedaan kemampuan dan metode pembelajaran dngan standar yang sama setiap kali diakses dan tidak tergantung perasaan pengajar. Sekalipun banyak keuntungan, e-learning juga memiliki keterbatasan, berupa budaya, investasi, teknologi, infrastruktur dan materi.

MERANCANG E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN
           Sebelum memutuskan mengubah proses pendidikan dari sistem yang konvensional menjadi sistem e-Learning, perlu melakukan observasi dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
• Berapakah biaya untuk mengobservasikan kursus di dalam kelas menjadi format electronic Multimedia?
• Perlukah semua kursus dipindahkan ke dalam model e-Learning tersebut?
• Dapatkah kita melakukan pemindahan sendiri atau memerlukan campur tangan orang ketiga?
• Bagaimana kita memeriksa efektifitas dari proses pemindahan tersebut?
• Faktor manusia apa yang terlibat dalam penerimaan terhadap perubahan tersebut?
• Bagaimana mengimplementasikan migrasi yang terbaik bagi perubahan tersebut?
Biaya untuk mengkonversi instruksi dalam kelas menjadi format electronik multimedia. Biaya pembangunan kursus berbasis web atau electronik multimedia bergantung pada sejumlah faktor yang berbeda untuk masing-masing jenis kursus. Di samping tiap-tiap kursus berbeda dari segi biaya , juga bergantung pada apakah kursus tersebut diselenggarakan secara internal, eksternal atau dua-duanya. Beberapa faktor yang kritis tersebut adalah :
• Apakah kursus diadakan menggunakan sistem pengajaran di dalam kelas yang sudah dikonversi ke dalam format elektronik? Artinya apakah Anda mengadopsi secara sederhana metode pengajaran di dalam kelas berbentuk presentasi video secara live terhadap terhadap beberapa pemirsa pada waktu yang bersamaan. Jika demikian biaya yang diperlukan relative minimal, Anda hanya menggunakan software yang sudah ada. Meskipun dengan menggunakan cara ini, Anda akan dapat menjangkau peserta yang lebih luas, akan tetapi keuntungan yang lebih besar dari pemanfaatan sistem e-Learning ini masih kurang meliputi di antaranya kemampuan untuk belajar di mana pun dan kapanpun , pengurangan waktu belajar dan peningkatan interaktifitas.
• Apakah kursus yang diinginkan menggunakan metode pengajaran di dalam kelas yang sudah ada dengan konversi menjadi sistem yang interakif? Keuntungan dari penggunaan tipe ini adalah kemampuan potensial untuk menggali keuntungan daaari sistem e-Learning lebih dalam lagi. Jika demikian pembangunan sistem oleh vendor yang berpengalaman merupakan sebuah saran yang direkomendasikan. Tentu saja biaya yang diperlukan juga bervariasi tergantung pada vendornya sendiri dan tingkat kesulitan pembuatan sistem.

BLOG

A blog atau “weblog” merupakan suatu tipe website, yang biasanya di kelola secara individu dengan uraian yang teratur, uraian peristiwa atau meteri lain seperti grafis atau video. “Blog” dapat juga bermakna kata kerja yang berarti mengelola atau menambah isi pada suatu blog. Banyak blog menyediakan uraian atau berita  pada subyek yang khusus; dan fungsi lain yang lebih pribadi online diaries. Sebuah tipikal Blog menggabungkan teks, foto, dan keterkaitan hubungan pada lain blok, Web pages, dan lain media berkaitan dengan topiknya. Kemampuan untuk pembaca untuk berkomentar didalam suatu format interaktif merupakan bagian yang penting pada banyak blog. Kebanyakan blog berupa teks, walaupun sejumlah blog berfokus pada seni (artlog), poto (photoblog), sketsa (sketchblog), video (vlog), music (MP3 blog), dan audio (podcasting). Micro-blogging merupakan tipe lain dari blogging yang bersifat penambahan kata-kata yang amat pendek.

Banyak perbedaan tipe blog yang terlihat tidak hanya pada tipe blog, tetapi juga pada tipe isi, dan juga juga cara isi dikirim dan di tulis. Beberapa contoh:

Personal blogs

Personal blog merupakan suatu diary atau uraian seorang individu. Personal bloggers selalu bangga dalam kata-kata tambahannya. Blogs sering tidak hanya menjadi cara berkomunikasi, tetapi menjadi suatu cara untuk menggambarkan kehidupan dan kerja seni, dan bahkan blogging dapat memiliki kualitas yang sentimentil. Beberapa personal blog menjadi mainstream, dan beberapa yang lain berkembang dengan cepat dan meluas. Suatu tipe personal blog diacu  sebagai “microblogging,” yang sangat detail untuk menangkap momen waktu. Situs seperti Twitter, memperbolehkan bloggers untuk  berbagi pemikiran dan perasaan secara cepat dengan teman dan famili yang lebih cepat dari pada email.

Corporate blogs

Suatu blog dapat menjadi privat dalam banyak kasus, atau menjadi tujuan business. Blogs juga digunakan secara internal untuk meningkatkan komunikasi dan budaya dalam korporasi atau secara eksternal untuk tujuan marketing, branding or public relations yang disebut corporate blogs.

By media type

Blog terdiri atas video-video disebut  vlog, one comprising links is called a linklog, suatu situs yang berisi portofolio sketsa disebut  sketchblog atau blog yang berisi foto-foto disebut photoblog. Blog dengan uraian kata yang lebih pendek dan jenis media capuran disebut tumblelogs

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s